Renungan Katolik Hari Sabtu, 7 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 6:30–34
🌄 Renungan Katolik Hari Sabtu, 7 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 6:30–34
“Hati Yesus Tergerak oleh Belas Kasihan” Injil: Markus 6:30–34
Dalam ritme hidup yang serba cepat, kita sering kelelahan—bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Tugas menumpuk, tanggung jawab tak ada habisnya, dan harapan orang lain kadang terasa terlalu berat. Injil hari ini menghadirkan Yesus yang memahami kelelahan manusia dan, pada saat yang sama, menunjukkan hati Allah yang penuh belas kasih. Renungan Katolik hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana Yesus memandang kelelahan para murid dan kebutuhan terdalam orang banyak.
Injil: Markus 6:30–34 (Inti Pesan)
Para rasul kembali kepada Yesus setelah diutus mewartakan Kerajaan Allah. Mereka menceritakan segala yang telah mereka lakukan dan ajarkan. Melihat mereka lelah, Yesus berkata, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahat sejenak.” Namun orang banyak mengikuti mereka. Ketika Yesus melihat kerumunan itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, sebab mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Maka Yesus mulai mengajar mereka banyak hal.
1. Allah Mengerti Kelelahan Kita
Yesus tidak menegur para murid karena lelah. Ia justru mengakui kebutuhan mereka untuk beristirahat. Ini menegaskan bahwa kelelahan bukan tanda kelemahan iman. Dalam renungan Injil Markus 6:30–34, kita melihat bahwa beristirahat adalah bagian dari kehidupan rohani yang sehat. Allah tidak menghendaki hamba-Nya habis terkuras sampai kosong; Ia menghendaki kita utuh—tubuh, pikiran, dan jiwa.
2. Belas Kasihan yang Menggerakkan
Meskipun Yesus dan para murid ingin beristirahat, kebutuhan orang banyak “menginterupsi” rencana itu. Namun Yesus tidak kesal. Injil mencatat bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Belas kasihan bukan sekadar rasa iba; itu adalah kasih yang mendorong tindakan. Yesus memilih untuk hadir, mengajar, dan memberi arah hidup.
Dalam dunia digital hari ini, kita sering melihat banyak kebutuhan: di media sosial, di lingkungan sekitar, bahkan di rumah sendiri. Pertanyaannya: apakah hati kita masih tergerak? Atau kita sudah terlalu lelah dan kebal?
3. Domba Tanpa Gembala: Krisis Arah Hidup
Yesus melihat orang banyak sebagai domba tanpa gembala. Ini gambaran tentang manusia yang kehilangan arah, haus makna, dan rindu dibimbing. Banyak orang hari ini tampak “baik-baik saja” secara luar, tetapi kosong di dalam. Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa Gereja—dan setiap orang beriman—dipanggil menjadi perpanjangan tangan Kristus, menghadirkan arah, harapan, dan kebenaran.
Apakah kita bersedia menjadi “gembala kecil” di lingkungan kita? Di keluarga, komunitas, sekolah, atau dunia digital?
4. Mengajar Sebelum Memberi Makan
Menariknya, sebelum mukjizat penggandaan roti (yang akan terjadi setelah perikop ini), Yesus lebih dulu mengajar. Ini menegaskan bahwa manusia bukan hanya lapar roti, tetapi juga lapar akan Sabda. Dalam renungan Injil hari Sabtu, kita diajak menilai kembali: apakah kita memberi waktu untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan setiap hari?
5. Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini
- Belajar beristirahat bersama Tuhan, bukan lari dari-Nya
- Memelihara hati yang peka, meski lelah dan sibuk
- Menjadi saluran belas kasih, bukan penonton penderitaan
- Mengutamakan Sabda Tuhan sebagai makanan jiwa
Penutup: Datanglah kepada Yesus
Yesus tidak hanya berkata, “Beristirahatlah.” Ia berkata, “Marilah.” Artinya, istirahat sejati bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi datang kepada Yesus. Di sanalah kelelahan dipulihkan, arah hidup diperjelas, dan hati kembali dipenuhi belas kasih.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau mengenal kelelahan hidup kami dan tetap memandang kami dengan belas kasih. Ajarlah kami untuk beristirahat bersama-Mu dan meneladan hati-Mu yang penuh kasih bagi sesama. Jadikan kami gembala-gembala kecil yang setia di dunia ini. Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Hari Sabtu, 7 Februari 2026 Bacaan Injil: Markus 6:30–34, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

