Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Hari Sabtu 19 Maret 2022

Renungan Hari Sabtu 19 Maret 2022

Renungan Hari Sabtu 19 Maret 2022

Yusuf pada awalnya ingin menceraikan Maria secara diam-diam setelah tahu bahwa Maria telah mengandung dari Roh Kudus. 

Namun dalam mimpi, Malaikat Tuhan menampakkan kepadanya dan mengatakan agar ia tetap mengambil Maria sebagai istrinya, karena anak yang mau lahir adalah dari Roh Kudus. 

Yusuf akhirnya melakukan apa yang dikatakan Malaikat itu, yaitu mengambil Maria menjadi istrinya yang sah.

Dengan mengambil Maria sebagai istrinya yang sah, Yusuf secara resmi menjadi suami Maria yang sah dan ayah legal dari Yesus. Dengan demikian, Yesus dilahirkan sah secara adat dan diterima secara adat Yahudi. Dengan penerimaan itu, Maria tidak akan dihukum rajam karena hamil tanpa suami

Menurut hukum Yahudi, perempuan yang hamil tanpa suami dianggap serong dan harus dihukum rajam. ltulah bentuk partisipasi Yusuf dalam karya keselamatan Allah yaitu menjadi ayah legal dari Yesus dan menjadi ayah angkat yang mendidik Yesus secara penuh, serta melindungi seluruh keluarga Maria.

Tanpa penerimaan itu, Yesus kecil tidak akan punya figur ayah yang baik, yang mendidik-Nya dengan penuh kasih. Tanpa penerimaan itu, Maria dan Yesus akan menjalani hidup keluarga yang berat.

Bagaimana kita sendiri? 

Apakah kita juga ingin terlibat dalam karya keselamatan Tuhan di dunia ini sekarang? 

Apa yang ingin kita lakukan sebagai partisipasi kita dalam karya keselamatan Tuhan? 

Lihatlah persoalan di keluarga, di masyarakat, dan di negara kita ini! Persoalan apa yang membutuhkan andil kita agar dapat diselesaikan dengan lebih baik? 

Apa yang ingin kita lakukan untuk ikut memperbaiki situasi tersebut?

Sumber https://www.blogevan.com/

Sumber gambar google.com

Posting Komentar untuk "Renungan Hari Sabtu 19 Maret 2022"