Renungan Hari Minggu 01 Januari 2023

Renungan Hari Minggu 01 Januari 2023

Renungan Hari Minggu 01 Januari 2023

Dalam sebuah pemberkatan gua Maria kecil, romo yang memimpin perayaan Ekaristi mengajukan sebuah pertanyaan sederhana: patung Maria yang benar secara Teologis, Kristologis, Eklesiologis dan gis-gis yanglain, yang seperti apa?

Ada yang menjawab Maria yang kelihatan masih muda; ada pula yang menjawab Maria yang cantik rupawan, elok nan indah; tak ketinggalan jawaban Maria yang membawa bunga rosario serta menginjak kepala ular. Sang romo merespon: benar… jawabannya benar… semuanya benar… benar-benar ndeso.

Kemudian romo itu menjelaskan bahwa patung Maria yang benar adalah Maria yang menggendong bayi Yesus. Mau Maria kelihatan tua, jelek atau cantik, menginjak ular atau menginjak trenggiling, sejauh dia bersama dengan Yesus, itu adalah Maria yang kita imani, yang Gereja imani.

Dalam Bacaan Injil hari ini kita mendengar bahwa Maria “menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya”. Yang disimpan dan direnungkannya adalah apa yang terjadi pada dirinya berkaitan dengan bayi Yesus.

Seputar kelahiran bayi Yesus terdapat banyak hal yang tidak dimengerti Maria, namun ia tidak mengumbarnya, justru menyimpan dalam hati dan merenungkannya.

Di hari pertama setiap awal tahun, Gereja merayakan Maria Bunda Allah. Ada banyak studi dan diskusi mengenai hal ini. Ada yang keberatan, ada yang menentang, dan ada yang mempermasalahkannya.

Dari abad keempat sampai hari ini, perdebatan mengenai gelar Maria sebagai Bunda Allah bisa terus berlangsung. Namun Gereja Katolik Roma secara definitif memberi gelar Theotokos kepadaMaria sejak abad ke empat. Apa dan bagaimana gelar itu, kita bisa mencari info secara pribadi.

Lepas dari berbagai macam perdebatan, yang jelas bagi kita adalah bahwa bayi Yesus lahir dari kandungan Maria. Dengan demikian, secara manusiawi kita menyatakan bahwa Maria adalah ibu Yesus.

Maria “Theotokos”, artinya “yang membuat keilahian lahir”. Gereja mengimani bahwa Maria memungkinkan umat manusia mengalami keilahian sebagai berkat. Inilah sumber kekuatan bagi usaha orang-orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan kedamaian.

Seperti dalam Injil hari ini, melalui Maria, para gembala mengalami sukacita karena kelahiran Mesias. Tidak hanya itu, mereka kembalilah sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat. Namun seperti kita tahu, mereka bukan memuji dan memuliakan Allah karena Maria, namun karena bayi yang dilahirkan dari rahin Maria.

Maka, sebenarnya Maria tanpa Yesus tidak berarti dalam sejarah keselamatan. Maria tanda Yesus tidak mungkin diberi gelar Bunda Allah. Meskipun yang diperingati adalah Maria Bunda Allah, namun sebenarnya yang menjadi sentral dalam gelar itu adalah Yesus Kristus, sang Raja Damai. Bersama, di dalam, dankarena Yesus lah Gereja memberi gelar Maria Bunda Allah.

Hari pertama tahun 2023 ini juga merupakan hari kedelapan setelah Natal. Angka 8 memiliki arti alkitabiah tentang ciptaan baru.

Seperti yang kita dengar dalam Injil, ketika hari kedelapan tiba, dan anak itu akan disunat, Maria dan Yusuf memberi Dia nama Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum Dia mengandung.

Jadi Sabda yang menjadi daging, Allah yang menyertai kita, Juruselamat memiliki nama - Yesus - dan dengan nama inilah kita diselamatkan dan menerima berkat Allah.

Dan pada hari kedelapan setelah Natal ini, kita juga menghormati Maria sebagai Bunda Allah. Kita mendengar dalam bacaan ke-2, ketika waktu yang ditentukan tiba, Tuhan mengutus Putra-Nya, lahir dari seorang wanita.

Maria adalah wanita ini. Perannya adalah rencana keselamatan Tuhan dikenang pada hari ini dan kita menghormatinya serta mempersembahkan pengabdian kita kepadanya.

Kehormatan dan pengabdian yang kita berikan kepada Maria hari ini, dia akan menghargai dan merenungkannya di dalam hatinya. Dan dari hatinya dia akan mempersembahkannya kepada Yesus, bersama dengan doa-doa kita, niat kita, kebutuhan kita dan setiap intensi kita.

Mari kita juga tinggal di dalam hati Maria dan menjaganya dalam doa, terutama dalam berdoa Rosario.

Bersama Maria, semuanya akan berakhir dengan baik, karena semua akan berakhir di hati Yesus, Juruselamat kita.

Dan semoga Tuhan memberkati kita dan menjaga kita. Semoga Tuhan membiarkan wajah-Nya bersinar pada kita dan murah hati kepada kita. Semoga Tuhan menyingkapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi kita kedamaian.

Doa Penutup

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahi umat manusia keselamatan kekal dengan perantaraan Santa Maria, Perawan dan Bunda. Kami mohon, semoga kami pun Kauperkenankan menikmati doa dan perlindungannya, karena ia telah melahirkan bagi kami Putra-Mu, pemberi hidup, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami.

Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Sumber https://www.renunganhariankatolik.web.id/

Sumber gambar google.com


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url