Renungan Hari Rabu 21 Desember 2022

Renungan Hari Rabu 21 Desember 2022

Renungan Hari Rabu 21 Desember 2022

Seorang penguasaha makanan mensyukuri berkat Tuhan yang selalu melimpah padanya. Ia yakin dan percaya bahwa kesuksesan yang ia alami saat ini adalah sepenuhnya karena berkat Tuhan. Usahanya dari yang kecil sekarang sudah menjadi semakin besar.

Dari yang pelanggannya sedikit, sekarang sudah menjadi banyak. Pilihan tempat yang sebenarnya tidak disengaja, justru menjadi tempat yang strategis untuk usahanya. Semuanya dipandang menjadi sebuah berkat.

Tetapi ketika ditanya bagaimana itu terjadi, ia tidak mampu menjelaskan. Ia hanya mampu berkata ‘pokoknya ini berkat dari Tuhan’. Maka tindakannya selanjutnya adalah membagi berkat itu pada orang lain.

Bagi orang percaya, banyak hal terjadi atau tidak terjadi karena ada campur tangan Tuhan. Ia sungguh yakin bahwa Tuhan selalu hadir dan mendampingi. Gerakan sekecil apapun dilihat dalam terang iman.

Sementara bagi orang yang tidak percaya, mukjizat sebesar apapun tidak pernah dilihat dalam kerangka iman, Tuhan yang menyertai. Usaha yang sukses dan berhasil lebih banyak dilihat dalam kerangka managemen yang baik dan usaha sendiri yang keras.

Dalam bacaan injil hari ini, kita disuguhkan dengan dua tokoh besar dalam beriman, Maria dan Elisabeth. Mereka adalah orang-orang beriman yang mampu mengerti gerakan sekecil apapun dalam terang iman.

Iman itulah yang akhirnya menjadikan perjumpaan mereka sebagai perjumpaan yang membawa berkat. Berkat itu tidak hanya bagi mereka berdua, tetapi anak yang dirahim Elisabeth pun merasakan kehangatan iman dari sapaan Maria.

Kedua perempuan ini menjadi teladan dalam beriman karena buah kandungan yang mereka miliki. Dua tokoh besar sedang hadir dalam rahim mereka, dua tokoh yang akan membawa tahun rahmat Tuhan dalam diri manusia. Tanpa dua tokoh besar itu, kedua perempuan ini tidak berarti banyak.

Maria dan Elisabeth menjadi teladan bagi kita saat ini. Mereka sebagai orang yang mendengarkan dan melaksanakan sabda Tuhan mempunyai hidup yang diberkati. Mereka sama-sama tidak mengerti persis apa yang terjadi, tetapi mereka mengamini dengan iman. Pertemuan mereka menjadi pertemuan yang saling meneguhkan, saling memberkati.

Maka sebagai orang beriman, kita juga diajak untuk saling bertemu, saling meneguhkan, dan akhirnya saling memberkati dengan perkataan dan perbuatan kita. Diri kita masing-masing sudah ‘membawa’ berkat Tuhan karena rahmbat baptisan.

Berkat itu pula yang seharusnya kita sampaikan kepada orang-orang yang kita jumpai. Mari meneladan Maria dan Elisabeth supaya hidup kita menjadi hidup yang semakin terberkati.

Doa 

Allah Bapa Maha Penyayang, dengarkanlah dengan rela doa umat-Mu. Kami bergembira karena kedatangan Putra-Mu sebagai manusia lemah. Semoga kami umat-Mu kelak memperoleh hidup abadi karena kedatangan-Nya sebagai penguasa mulia. 

Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber https://renunganhariankatolik.org/

Sumber gambar google.com


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url