Renungan Katolik Harian Jumat, 23 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 3:13–19
✨ Renungan Katolik Harian Jumat, 23 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 3:13–19
"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia." Injil: Markus 3:13–19
🌿 Panggilan yang Lahir dari Hati Yesus
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak merenungkan salah satu momen penting dalam Injil Markus: Yesus memilih dan memanggil kedua belas rasul. Ini bukan sekadar penunjukan struktural. Ini adalah peristiwa rohani yang sangat mendalam.
Yesus naik ke gunung, memanggil orang-orang yang Ia kehendaki, dan mereka datang kepada-Nya. Lalu Injil mencatat tujuan panggilan itu dengan sangat jelas:
“Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.”
Sebelum diutus, mereka dipanggil untuk bersama Dia.
Inilah fondasi setiap panggilan Kristen.
🏔️ 1. Gunung: Tempat Panggilan dan Keheningan
Yesus naik ke gunung. Dalam Kitab Suci, gunung selalu menjadi simbol perjumpaan dengan Allah:
Gunung Sinai, Gunung Horeb, Gunung Tabor.
Yesus tidak memilih para rasul di pasar, bukan di tengah keramaian, tetapi di tempat yang lebih tinggi, lebih sunyi, lebih dekat pada Bapa.
Dalam renungan Injil Markus 3:13–19, kita diingatkan bahwa panggilan lahir dari keheningan, bukan dari kebisingan.
Di zaman digital yang penuh notifikasi dan distraksi, kita mudah kehilangan gunung rohani kita:
tempat untuk diam, mendengar, dan membiarkan Tuhan berbicara.
Tuhan jarang berteriak. Ia lebih sering berbisik.
🕊️ 2. “Ia Memanggil Orang-orang yang Ia Kehendaki”
Yesus tidak memanggil berdasarkan CV.
Tidak ada kriteria akademik.
Tidak ada seleksi moral yang sempurna.
Ia memanggil nelayan, pemungut cukai, orang sederhana, orang dengan karakter keras, bahkan orang yang kelak mengkhianati-Nya.
Ini mengungkapkan kebenaran indah dalam renungan iman Katolik:
👉 panggilan tidak pernah dimulai dari kelayakan, tetapi dari kasih.
Yesus tidak memilih karena mereka hebat.
Ia memilih karena Ia mengasihi.
Dan karena Ia mengasihi, Ia membentuk mereka.
🌱 3. Tujuan Pertama: Menyertai Yesus
Injil sangat jelas:
Tujuan pertama para rasul bukan berkhotbah, bukan menyembuhkan, bukan mengusir setan, melainkan menyertai Yesus.
Bersama Dia.
- Melihat cara-Nya hidup.
- Mendengar cara-Nya berdoa.
- Mengalami cara-Nya mengasihi.
Dalam renungan Katolik harian, ini menjadi koreksi penting bagi kita.
Sering kali kita ingin cepat “melayani”, tetapi lupa “menyertai”.
Kita sibuk melakukan hal untuk Tuhan, tetapi jarang bersama Tuhan.
Padahal, pelayanan tanpa persekutuan akan menjadi aktivisme kosong.
Pewartaan tanpa kedekatan akan menjadi suara tanpa roh.
🔥 4. Tujuan Kedua: Diutus
Setelah “menyertai”, barulah “diutus”.
Yesus memberi mereka kuasa untuk mewartakan dan mengusir roh jahat. Artinya, panggilan Kristen selalu memiliki dimensi keluar.
- Iman tidak berhenti pada pengalaman pribadi.
- Iman selalu bergerak menuju dunia.
Dalam renungan Injil hari ini, kita melihat keseimbangan indah:
- kontemplasi dan misi,
- doa dan pelayanan,
- keheningan dan kesaksian.
Jika kita hanya berdoa tanpa peduli dunia, iman menjadi tertutup.
Jika kita hanya aktif tanpa doa, iman menjadi kering.
🌍 5. Rasul-rasul yang Tidak Sempurna
Markus mencantumkan nama-nama mereka:
Simon (yang disebut Petrus), Yakobus, Yohanes, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot.
- Ini bukan daftar orang suci yang sudah jadi.
- Ini daftar orang yang sedang dibentuk.
- Petrus akan menyangkal.
- Tomas akan ragu.
- Yakobus dan Yohanes akan ambisius.
- Yudas akan mengkhianati.
Namun Yesus tetap memanggil mereka.
Dalam renungan Katolik 23 Januari 2026, kita dihibur oleh kenyataan ini: Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk memanggil kita. Ia memanggil kita supaya kita disempurnakan.
🌊 6. Relevansi bagi Hidup Kita
Kita mungkin bukan rasul dalam arti formal, tetapi kita semua adalah orang yang dipanggil.
Dipanggil untuk:
- menyertai Yesus dalam hidup sehari-hari
- menghadirkan Injil dalam keluarga
- menjadi terang di sekolah, kampus, tempat kerja, dan media sosial
- membawa damai, bukan drama
- membawa harapan, bukan luka baru
Dalam konteks proyek The Katolik, Injil hari ini sangat relevan: pewartaan digital bukan soal tampilan religius, tetapi soal hidup yang pernah dan sedang bersama Yesus.
🌾 7. Bersama Yesus di Tengah Rutinitas
Menyertai Yesus bukan berarti lari dari dunia.
Itu berarti mengajak Yesus masuk ke dunia kita.
- Ke dalam tugas.
- Ke dalam relasi.
- Ke dalam keputusan.
- Ke dalam luka.
Dalam renungan iman Katolik, menyertai berarti belajar bertanya:
“Apa yang akan Yesus lakukan di situasiku?”
Dan perlahan, hidup kita sendiri menjadi pewartaan.
🌸 8. Panggilan yang Selalu Personal
Yesus memanggil mereka satu per satu.
- Ia tidak memanggil “massa”.
- Ia memanggil nama.
Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah memanggil secara umum. Ia selalu memanggil secara personal.
- Ia mengenal ceritamu.
- Ia tahu lukamu.
- Ia mengerti ketakutanmu.
- Dan justru di sanalah panggilan itu tumbuh.
🕯️ 9. Refleksi Pribadi
Dalam keheningan, tanyakan pada dirimu:
- Apakah aku memberi waktu untuk sungguh “bersama Yesus”?
- Apakah imanku lebih banyak aktivitas atau relasi?
- Di mana Tuhan sedang mengutus aku hari-hari ini?
🙏 Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau memanggil bukan karena kami layak, tetapi karena Engkau mengasihi.
Ajarlah kami untuk lebih dahulu tinggal bersama-Mu, sebelum berlari melayani.
Bentuklah hati kami, lembutkanlah ego kami, dan utuslah kami menjadi saksi kasih-Mu di dunia yang haus akan harapan.
Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Harian Jumat, 23 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 3:13–19, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

