Renungan Katolik Harian Sabtu, 3 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34
✨ Renungan Katolik Harian Sabtu, 3 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29-34
“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29)
Pendahuluan: Sebuah Panggilan untuk Melihat Lebih Dalam
Dalam hiruk pikuk hidup, sering kali mata kita memandang banyak hal, tetapi tidak melihat dengan sungguh. Dalam renungan Katolik harian hari ini, Yohanes Pembaptis meneguhkan sebuah undangan yang sangat sederhana tetapi sangat mendasar: “Lihatlah.”
Bukan sekadar memandang, bukan sekadar tahu, tetapi melihat—dengan hati yang sadar, mata yang jernih, dan iman yang terbuka.
Dan apa yang harus kita lihat?
Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Ungkapan ini mungkin terasa akrab, bahkan dituturkan dalam Misa setiap hari:
“Lihatlah Anak Domba Allah…”
Namun betapa mudahnya kita mengucapkannya tanpa merenungkan maknanya yang dalam.
1. Yohanes Melihat Yesus, dan Dunia Berubah
Injil Yohanes 1:29–34 menggambarkan sebuah momen sederhana namun monumental:
Yohanes melihat Yesus datang kepadanya.
Yohanes tidak berkata,
“Lihatlah Guru hebat itu.”
atau
“Lihatlah revolusioner itu.”
Tetapi:
“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”
Di sinilah inti dari refleksi iman Katolik hari ini: Yohanes mampu melihat Yesus bukan sekadar sebagai manusia, tetapi sebagai Sang Penyelamat. Mata rohaninya mengenali identitas Yesus yang tersembunyi bagi banyak orang pada waktu itu.
Dalam hidup kita, banyak kejadian kelihatannya biasa-biasa saja:
- percakapan kecil
- keheningan malam
- tugas rumah
- momen gagal
- rasa lelah
Tetapi sering justru di situ Tuhan melewati kita.
Pertanyaannya: apakah kita melihat-Nya?
2. “Anak Domba Allah” – Lambang Kasih yang Mengorbankan Diri
Bagi orang Yahudi, “Anak Domba” adalah simbol pengorbanan, kasih, dan penebusan.
Dalam renungan rohani Katolik, gelar ini bukan sekadar predikat, tetapi gambaran hati Allah sendiri.
Anak Domba Allah berarti:
- Yesus datang untuk menghapus dosa, bukan menghukum.
- Yesus memilih jalan kelembutan, bukan kekerasan.
- Yesus menyelamatkan melalui pemberian diri, bukan dominasi.
Dunia hari ini begitu sering memuja kekuatan, kemenangan, dan popularitas.
Tetapi Yesus mengajar kita jalan yang jauh berbeda:
jalan pelayanan, pengampunan, dan pengorbanan.
Kasih sejati tidak menuntut perhatian; kasih sejati memberi hingga tuntas.
3. Yohanes Mengaku: “Aku tidak mengenal Dia”
Dua kali Yohanes berkata:
“Aku pun tidak mengenal Dia.”
Ini menarik. Yohanes dan Yesus adalah keluarga jauh, tetapi Yohanes mengakui bahwa ia tidak mengenal Yesus sampai Roh Kudus menyatakannya.
Ini menggugah kita dalam renungan Katolik harian:
kita bisa lama mengenal Yesus secara intelektual, tetapi tetap tidak sungguh mengenal-Nya secara rohani.
Kita bisa:
- rutin ikut Misa
- hafal doa
- aktif di lingkungan
tetapi tidak selalu berarti kita mengenal Dia.
Butuh Roh Kudus untuk membuka mata hati—seperti yang terjadi pada Yohanes.
4. “Roh turun dari langit seperti merpati” — Awal dari Pewahyuan Baru
Yohanes melihat Roh turun atas Yesus.
Ini bukan hanya kejadian spektakuler, tetapi pewahyuan penting:
Yesus bukan hanya guru moral.
Yesus adalah Dia yang diutus Bapa untuk menyelamatkan dunia.
Setiap kali Roh Kudus hadir, mata kita dibersihkan dari:
- kebiasaan yang membuat iman kita stagnan
- dosa yang mengaburkan hati
- luka yang membatasi cara kita melihat Tuhan
Roh Kudus adalah Sang Pembuka Mata.
5. Mengapa Dunia Membutuhkan Anak Domba?
Karena dunia tidak kekurangan kekerasan, persaingan, ambisi, atau kepentingan pribadi.
Yang kurang adalah:
- kasih yang mau berkorban
- pengampunan yang tidak berhitung
- damai yang lahir dari kerendahan hati
- cinta yang menyembuhkan
Yesus datang justru sebagai Anak Domba, bukan Singa atau Pejuang dengan kekerasan.
Dalam refleksi iman Katolik, ini adalah undangan bagi kita untuk meniru kelemah-lembutan Yesus.
6. Lihatlah… dan Izinkan Hati Dibaruhi
Jika Yohanes mengarahkan perhatian orang kepada Yesus, maka tugas kita hari ini sama:
menata ulang fokus hidup kita.
Tahun baru sering memenuhi pikiran dengan:
- target
- kecemasan
- rencana
- pekerjaan
- resolusi besar
Namun Injil hari ini mengajak kita memulai dengan satu hal yang lebih penting:
Lihatlah Yesus.
Lihat Dia dulu.
Biarkan Dia membentuk arah hidupmu.
Ketika fokus kita benar, hidup kita ikut lurus.
7. Aplikasi Praktis Untuk Hari Ini
Untuk hidup sebagai murid yang melihat Yesus sebagai Anak Domba Allah, kita dapat:
1. Berhenti sejenak dan ucapkan: “Tuhan, aku melihat Engkau.”
Biarkan hatimu menjadi tenang.
2. Pilih satu tindakan kecil pengampunan.
Yesus tidak hanya menghapus dosa dunia—Dia mengajarkan kita untuk menghapus luka dan dendam.
3. Baca ulang Yohanes 1:29–34 malam ini.
Biarkan Roh Kudus membuka bagian-bagian yang belum kamu mengerti.
4. Jalani hari ini dengan kelembutan.
Sekali saja, ambil jalan damai daripada menang.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, buka mataku agar aku mampu melihat Engkau dalam setiap peristiwa hidupku. Bersihkan hatiku, lembutkan sikapku, dan bangunkan dalam diriku kerinduan untuk mencintai seperti Engkau mencintai. Turunkanlah Roh-Mu agar aku mengenal-Mu lebih dalam dan menjadi saksi kasih-Mu di dunia. Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Harian Sabtu, 3 Januari 2026 Bacaan Injil: Yohanes 1:29–34, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

