Renungan Katolik Harian Sabtu, 31 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 4:35–41

Renungan Katolik Harian Sabtu, 31 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 4:35–41

✨ Renungan Katolik Harian Sabtu, 31 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 4:35–41

“Mengapa Kamu Takut? Imanmu Di Mana?” Injil: Markus 4:35–41

✨ Ketika Danau Tenang Berubah Menjadi Badai

Dalam hidup, kita sering merasa semuanya baik-baik saja… sampai tiba-tiba badai datang.

Hari ini tenang. Besok penuh masalah.

Hari ini tersenyum. Besok sesak oleh kecemasan.

Injil hari ini (Markus 4:35–41) menghadirkan sebuah kisah yang sangat manusiawi: para murid yang sedang berlayar bersama Yesus, lalu menghadapi badai besar. Perahu hampir tenggelam. Ombak masuk. Angin kencang. Dan yang paling mengganggu pikiran mereka: Yesus tidur.

Bukankah ini juga pengalaman iman banyak orang? Kita berdoa, berharap, berusaha setia, tapi ketika masalah datang, seolah Tuhan diam. Seolah Tuhan tertidur.

Renungan Katolik hari ini mengajak kita masuk lebih dalam ke peristiwa di danau itu, karena di sanalah kita menemukan bukan hanya kisah mukjizat, tetapi juga cermin kehidupan rohani kita.

📖 Injil Singkat: Badai, Ketakutan, dan Suara yang Menenangkan

Yesus mengajak murid-murid-Nya menyeberang ke seberang danau. Saat mereka di tengah perjalanan, datanglah badai besar. Gelombang menghantam perahu, air mulai masuk. Secara manusiawi, situasinya mengancam nyawa.

Sementara itu, Yesus tidur di buritan.

Para murid membangunkan-Nya dengan nada panik:

“Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

Yesus bangun, menghardik angin dan berkata kepada danau:

“Diam! Tenanglah!”

Dan badai pun reda. Lalu Yesus bertanya:

“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Para murid gemetar dan berkata satu sama lain:

“Siapa gerangan ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

☁ 1. Badai adalah Bagian dari Perjalanan Iman

Yesus tidak menjanjikan perjalanan tanpa badai.

Ia menjanjikan penyertaan di tengah badai.

Perahu para murid tidak salah arah. Mereka justru sedang melakukan apa yang Yesus perintahkan: menyeberang. Namun ketaatan tidak membuat mereka kebal dari kesulitan.

Ini penting dalam renungan Katolik harian kita:

Beriman bukan berarti hidup tanpa masalah. Beriman berarti tidak sendirian saat masalah datang.

Badai bisa berbentuk banyak hal:

  • Konflik keluarga
  • Tekanan sekolah atau pekerjaan
  • Kegagalan, kehilangan, sakit hati
  • Rasa hampa dalam doa
  • Ketakutan akan masa depan

Badai tidak selalu tanda Tuhan meninggalkan kita. Sering kali, badai justru menjadi tempat di mana iman kita dimurnikan.

😴 2. Ketika Tuhan Terasa “Tidur”

Bagian paling menyentuh dari Injil ini bukan hanya badai, tetapi Yesus yang tidur.

Para murid panik bukan hanya karena ombak, tetapi karena mereka merasa:

“Guru, Engkau tidak peduli?”

Kalimat ini sangat jujur. Ini adalah doa yang sering tidak berani kita ucapkan, tapi sering kita rasakan.

  • Saat doa tidak langsung dijawab.
  • Saat keadaan tidak berubah.
  • Saat luka tidak segera sembuh.

Dalam pengalaman rohani, Tuhan memang kadang tampak diam. Tapi Injil hari ini menegaskan: Yesus ada di perahu yang sama.

  • Ia tidak meninggalkan mereka di darat.
  • Ia tidak menyuruh mereka berlayar sendirian.
  • Diam-Nya bukan tanda absen.
  • Tidur-Nya bukan tanda tidak peduli.

Kadang Tuhan diam bukan untuk menguji kekuatan-Nya, tetapi untuk menyingkapkan kedalaman iman kita.

🙏 3. Doa dalam Kepanikan Tetap Didengar

Para murid membangunkan Yesus dengan doa yang belum sempurna. Nada mereka bukan penuh iman, tetapi penuh tuduhan dan takut. Namun Yesus tetap bangun. Tetap bertindak. Tetap menenangkan badai.

Ini kabar baik bagi kita semua.

  • Doa tidak harus selalu indah.
  • Doa tidak harus selalu teologis.
  • Doa boleh berantakan, jujur, bahkan emosional.

Tuhan lebih memilih doa yang jujur daripada iman yang berpura-pura.

Dalam renungan Injil hari ini, kita belajar bahwa Tuhan sanggup bekerja bahkan melalui doa yang masih bercampur panik, ragu, dan tangis.

☁ 4. Yesus Menenangkan Badai… dan Menegur Hati

Yesus menghardik angin, dan badai pun reda. Tetapi setelah itu, Ia beralih kepada murid-murid-Nya.

“Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Menarik: badai di luar berhenti, tetapi Yesus langsung menyentuh badai yang lebih dalam — badai di hati.

Sering kali masalah terbesar bukan keadaan, tetapi ketakutan kita.

Bukan ombak, tetapi kepanikan.

Bukan kesulitan, tetapi kehilangan kepercayaan.

Yesus tidak hanya ingin hidup kita lebih nyaman. Ia ingin iman kita lebih dewasa.

Ia tidak selalu langsung menghilangkan masalah.

Tetapi Ia selalu ingin menumbuhkan kepercayaan.

🌱 5. Iman Bukan Tidak Takut, Tapi Percaya di Tengah Takut

Yesus tidak berkata, “Mengapa kamu menghadapi badai?”

Ia berkata, “Mengapa kamu takut?”

Takut itu manusiawi. Bahkan para murid pun takut. Tetapi iman dimulai ketika kita tidak membiarkan takut menjadi penguasa.

Iman bukan berarti kita tidak gemetar.

Iman berarti kita tetap berpaut pada Tuhan saat gemetar.

Renungan Katolik Markus 4:35–41 mengajarkan bahwa iman bukan ketiadaan badai, tetapi kehadiran Tuhan di perahu kehidupan.

🔥 6. “Siapakah Gerangan Ini?” – Pertanyaan yang Mengubah Hidup

Setelah badai reda, murid-murid justru semakin takut. Bukan pada angin, tetapi pada Yesus.

“Siapakah gerangan ini?”

Pertanyaan ini adalah inti Injil hari ini.

Banyak orang mengenal Yesus sebagai guru. Sebagian mengenal-Nya sebagai tokoh rohani.

Namun badai sering menjadi tempat di mana kita sungguh bertanya:

“Siapa Engkau bagiku, Tuhan?”

  • Apakah hanya penghibur?
  • Ataukah Tuhan atas hidupku?
  • Apakah hanya penolong darurat?
  • Ataukah pusat imanku?

Sering kali kita baru mengenal Tuhan lebih dalam bukan saat hidup tenang, tetapi saat badai mengguncang.

⛵ Penutup: Ketika Perahu Retak, Iman Bisa Tumbuh

Dalam “The Katolik” yang berjalan bersama renungan Katolik harian, Injil hari ini mengajak kita tidak sekadar mencari mukjizat, tetapi membiarkan hati kita diubah.

  • Mungkin badai hidupmu belum reda.
  • Mungkin perahumu masih goyah.
  • Mungkin doa-doamu belum semuanya terjawab.

Namun satu hal pasti: Yesus ada di perahu yang sama.

Dan itu sudah cukup untuk tidak tenggelam.

🙏 Doa Penutup

Tuhan Yesus, di tengah badai hidupku, sering aku panik dan takut.

Aku mengaku, imanku masih kecil. Tolong aku untuk percaya, bukan hanya ketika hidup tenang, tetapi terutama ketika gelombang tinggi dan angin kencang.

Tinggallah selalu dalam perahu hidupku, dan tenangkanlah bukan hanya keadaanku, tetapi juga hatiku. Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Harian Sabtu, 31 Januari 2026 Bacaan Injil: Markus 4:35–41, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url