Renungan Katolik Hari Ini 25 Februari 2026 — Lukas 11:29–32 | Tanda Yunus
Renungan Katolik Hari Ini — Rabu, 25 Februari 2026
Bacaan Injil: Lukas 11:29–32 — Tanda yang Sudah Diberikan
Renungan Katolik Hari Ini: Mencari Tanda atau Menutup Mata?
Dalam Renungan Katolik Hari Ini, kita merenungkan sabda Tuhan dari Injil Lukas 11:29–32. Yesus berbicara kepada orang banyak yang menuntut tanda. Mereka ingin bukti spektakuler, mukjizat besar, sesuatu yang tidak terbantahkan. Namun respons Yesus justru mengejutkan: generasi ini disebut-Nya generasi jahat karena mencari tanda — padahal tanda sudah ada di hadapan mereka.
Dalam Renungan Injil Harian ini, kita diajak bercermin: apakah kita sungguh mencari Tuhan — atau hanya mencari tanda-tanda yang sesuai dengan keinginan kita?
Banyak orang ingin kepastian instan dalam hidup rohani. Kita ingin jawaban cepat, solusi dramatis, perubahan seketika. Namun iman jarang tumbuh lewat sensasi. Iman tumbuh lewat kesetiaan harian, keheningan, dan ketaatan kecil yang terus-menerus.
Tanda Yunus: Isyarat Pertobatan, Bukan Sensasi
Dalam bacaan ini, Yesus berkata bahwa tidak akan diberikan tanda selain tanda Yunus. Dalam tradisi Kitab Suci, Yunus menjadi tanda pertobatan bagi kota Niniwe. Pesannya sederhana: bertobatlah.
Artinya dalam Renungan Katolik Harian hari ini, tanda terbesar bukanlah peristiwa luar biasa — melainkan panggilan untuk berubah.
Tuhan sering memberi tanda bukan dalam bentuk:
- kilat dari langit
- mukjizat publik
- suara mengguntur
Melainkan dalam bentuk:
- suara hati
- teguran Sabda
- perjumpaan kecil
- ajakan untuk bertobat
Namun tanda-tanda halus ini sering kita abaikan karena tidak dramatis.
Masalahnya Bukan Kurang Tanda — Tapi Kurang Kepekaan
Renungan Katolik Hari Ini menyoroti satu kenyataan rohani: sering kali bukan Tuhan yang diam — tetapi hati kita yang tumpul.
Orang banyak pada zaman Yesus:
- melihat pengajaran-Nya
- menyaksikan mukjizat-Nya
- mendengar hikmat-Nya
Namun tetap meminta tanda tambahan.
Dalam Renungan Katolik Rabu ini, kita diingatkan bahwa hati yang tidak mau percaya akan selalu menemukan alasan untuk ragu — seberapa pun banyak tanda diberikan.
Sebaliknya, hati yang terbuka bisa mengenali Tuhan bahkan dalam hal sederhana.
Baca Renungan Katolik Lainnya
Untuk memahami lebih dalam tentang praktik ini, baca juga panduan lengkap renungan Katolik harian.
Ratu dari Selatan dan Orang Niniwe: Teguran untuk Hati yang Keras
Yesus menyebut dua contoh:
- Ratu dari Selatan datang jauh untuk mencari hikmat
- Orang Niniwe bertobat hanya karena pewartaan Yunus
Tetapi orang-orang yang mendengar Yesus — yang lebih besar dari Yunus dan Salomo — justru tidak bertobat.
Ini menjadi cermin keras dalam Renungan Injil Harian: jangan sampai kita dekat dengan Sabda, tetapi jauh dari perubahan.
Kita bisa:
- membaca renungan setiap hari
- mendengar Injil setiap minggu
- mengikuti konten rohani
Namun tetap tidak berubah sikap, karakter, dan pilihan hidup.
Renungan Katolik Harian: Bahaya Menunda Pertobatan
Salah satu jebakan rohani adalah menunda. Menunggu tanda lebih besar. Menunggu momen lebih tepat. Menunggu perasaan lebih siap.
Renungan Katolik Hari Ini mengingatkan: ketaatan tidak menunggu perasaan — ia lahir dari keputusan.
Pertobatan bukan peristiwa emosional sesaat, tetapi arah hidup baru:
- cara bicara berubah
- cara memperlakukan orang berubah
- cara mengelola emosi berubah
- cara memilih kebenaran berubah
Tuhan Sudah Lebih dari Cukup Menyatakan Diri
Dalam terang iman Katolik, kita percaya bahwa Allah sudah menyatakan diri secara penuh dalam Kristus. Kita tidak kekurangan tanda. Kita sering kekurangan respons.
Dalam Renungan Katolik Harian, tanda-tanda Tuhan hadir lewat:
- Kitab Suci
- sakramen
- suara hati
- Gereja
- peristiwa hidup
- perjumpaan sehari-hari
Masalahnya: kita sering mencari Tuhan di tempat yang megah, tetapi melewatkan Dia di tempat yang sederhana.
Tanda yang Sunyi Tapi Mengubah
Tanda Tuhan sering tidak keras — tetapi dalam.
Contohnya:
- dorongan untuk meminta maaf
- rasa tidak damai saat berbuat salah
- kerinduan untuk berdoa
- keinginan memperbaiki diri
- tersentuh oleh Sabda
Ini bukan emosi biasa. Dalam Renungan Injil Harian, ini bisa menjadi tanda rahmat yang bekerja.
Mengapa Kita Suka Tanda Spektakuler?
Secara manusiawi, kita tertarik pada yang luar biasa. Sensasi memberi rasa yakin palsu. Tetapi iman Kristen bukan dibangun di atas sensasi — melainkan kesetiaan.
Yesus tidak menolak mukjizat — tetapi menolak mentalitas yang hanya percaya jika ada pertunjukan.
Dalam Renungan Katolik Hari Ini, kita diajak bertanya:
Jika tidak ada mukjizat besar — apakah saya tetap setia?
Latihan Rohani Hari Ini (Praktik Renungan Katolik Harian)
Agar Renungan Katolik Rabu ini menjadi nyata:
1️⃣ Minta Mata Rohani
Doakan: “Tuhan, buat aku peka.”
2️⃣ Tinjau Hari Kemarin
Di mana Tuhan sebenarnya sudah memberi tanda?
3️⃣ Ambil Satu Langkah Pertobatan
Konkret dan kecil — tapi nyata.
4️⃣ Kurangi Mencari Sensasi Rohani
Perbanyak kesetiaan rohani.
Sabda Lebih Besar dari Sensasi
Renungan Katolik Hari Ini menegaskan bahwa Sabda Tuhan memiliki kuasa lebih besar daripada tanda luar biasa. Sabda membentuk karakter, bukan hanya emosi.
Mukjizat bisa mengagumkan — tetapi Sabda mengubahkan.
Karena itu Gereja selalu menempatkan Liturgi Sabda sebagai pusat ibadat. Kita dibentuk oleh firman yang didengar berulang, direnungkan, dan dihidupi.
Renungan Injil Harian: Percaya Sebelum Melihat
Iman Kristen matang ketika seseorang berkata:
“Aku percaya — bahkan saat belum melihat.”
Bukan buta — tetapi percaya berdasarkan relasi, pengalaman, dan kesetiaan Tuhan yang sudah terbukti.
Dalam Renungan Katolik Harian, kedewasaan iman terlihat ketika:
- tetap berdoa saat kering
- tetap setia saat sunyi
- tetap benar saat sulit
- tetap mengampuni saat terluka
Doa Penutup
Tuhan, sering aku mencari tanda besar padahal Engkau sudah berbicara setiap hari.
Bukakan mataku melihat karya-Mu dalam hal kecil dan sederhana.
Berikan aku hati yang siap bertobat, bukan hanya hati yang menuntut bukti. Amin.
Baca juga Renungan Katolik Hari Ini:
Demikianlah Renungan Katolik Hari Ini 25 Februari 2026 — Lukas 11:29–32 | Tanda Yunus, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

