Renungan Katolik Harian Senin, 26 Januari 2026 Bacaan Injil: Lukas 10:1–9

Renungan Katolik Harian Senin, 26 Januari 2026 Bacaan Injil: Lukas 10:1–9

✨ Renungan Katolik Harian Senin, 26 Januari 2026 Bacaan Injil: Lukas 10:1–9

"Diutus Dua-Dua, Membawa Damai Tuhan" Injil: Lukas 10:1–9

Iman yang Tidak Pernah Dimaksudkan untuk Diam

Banyak orang mengira iman adalah urusan pribadi semata. Sesuatu yang disimpan rapi di hati, dijalani diam-diam, cukup antara aku dan Tuhan. Padahal sejak awal, iman Kristiani selalu bersifat mengutus. Yesus tidak membentuk murid-murid untuk menjadi penonton rohani, tetapi menjadi pembawa kabar baik.

Injil hari ini menggambarkan momen yang sangat penting: Yesus mengutus tujuh puluh dua murid, dua demi dua, ke setiap kota dan tempat yang hendak Ia kunjungi.

Dalam renungan Katolik harian Lukas 10:1–9 ini, kita diajak menyadari bahwa setiap orang yang dibaptis bukan hanya dipanggil untuk percaya, tetapi juga untuk pergi, mewartakan, dan menghadirkan damai.

Yesus Mengutus Lebih Banyak Murid

Sebelumnya Yesus telah memilih Dua Belas. Sekarang, Ia mengutus tujuh puluh dua murid. Ini menunjukkan bahwa perutusan bukan hanya milik segelintir orang “khusus,” tetapi milik komunitas yang lebih luas.

Artinya, pewartaan bukan monopoli imam, biarawan-biarawati, atau aktivis Gereja. Setiap murid punya bagian.

  • Remaja yang hidup jujur di sekolah.
  • Orang tua yang membangun suasana doa di rumah.
  • Mahasiswa yang berani berkata tidak pada kecurangan.
  • Karyawan yang bekerja dengan integritas.

Dalam renungan Katolik tentang perutusan ini, kita diingatkan bahwa dunia tidak diubah hanya lewat mimbar, tetapi lewat kehidupan sehari-hari.

“Tuaian Banyak, Penuai Sedikit”

Yesus membuka dengan kalimat yang sangat relevan sampai hari ini:

Tuaian memang banyak, tetapi penuainya sedikit.

Dunia penuh dengan luka, kebingungan, kesepian, dan haus akan makna. Tetapi tidak banyak yang mau terlibat. Banyak yang lebih nyaman menjadi pengamat daripada pelayan.

Yesus tidak menyuruh murid-murid mengeluh. Ia menyuruh mereka berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja. Ini penting: perutusan selalu lahir dari doa, bukan dari ambisi.

Dalam konteks renungan Katolik remaja, ini mengajak kita bertanya: apakah aku melihat dunia hanya sebagai tempat hiburan, atau juga sebagai ladang Tuhan?

Diutus Dua-Dua: Iman yang Bertumbuh dalam Relasi

Yesus tidak mengutus murid sendirian, tetapi dua-dua. Ini menunjukkan bahwa pewartaan tidak dimaksudkan sebagai aksi individualistis, tetapi sebagai perjalanan bersama.

Dua-dua berarti:

  • saling menguatkan,
  • saling mengoreksi,
  • saling mendoakan,
  • saling menjaga.

Dalam hidup beriman, kita tidak dipanggil menjadi “super hero rohani.” Kita dipanggil menjadi saudara.

Renungan Katolik keluarga hari ini sangat relevan: iman tumbuh lebih sehat dalam relasi. Dalam keluarga, komunitas, OMK, atau kelompok kecil, kita belajar bahwa Tuhan sering berbicara melalui sesama.

Pergi dengan Ringan: Kebebasan Batin Seorang Murid

Yesus memberi instruksi yang tampaknya aneh: jangan membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut.

Maknanya bukan melarang persiapan, tetapi menanamkan sikap dasar: kepercayaan.

Seorang murid tidak diutus untuk mengandalkan fasilitas, tetapi mengandalkan Allah. Ia tidak membawa banyak jaminan, supaya hatinya bebas. Ia tidak datang sebagai penguasa, tetapi sebagai tamu.

Dalam dunia modern yang penuh perhitungan, Injil hari ini menyentil kita:

apakah aku melayani Tuhan dengan hati bebas, atau dengan syarat tersembunyi?

Membawa Damai sebagai Salam Pertama

Yesus tidak menyuruh murid-murid membawa argumen, tetapi damai.

“Apabila kamu memasuki suatu rumah, katakanlah: Damai sejahtera bagi rumah ini.”

Damai adalah tanda pertama kehadiran Kerajaan Allah.

Damai bukan berarti tidak ada masalah, tetapi kehadiran Allah di tengah realitas. Damai membuat orang merasa dilihat, dihargai, dan tidak sendirian.

Dalam renungan Katolik tentang damai, kita diajak menyadari bahwa menjadi murid Kristus bukan soal memenangkan perdebatan, tetapi menghadirkan suasana.

  • Apakah kehadiranku membawa damai atau justru ketegangan?
  • Apakah perkataanku menenangkan atau melukai?
  • Apakah keluargaku menjadi tempat yang menguatkan atau melelahkan?

Menerima dan Tinggal: Kerendahan Hati Seorang Utusan

Yesus mengajarkan murid-murid untuk tinggal di rumah yang menerima mereka, makan apa yang disediakan, dan tidak berpindah-pindah.

Ini adalah pelajaran kerendahan hati. Murid tidak memilih-milih. Ia belajar menerima, bersyukur, dan menghormati.

Kerajaan Allah tidak dibangun dengan sikap menuntut, tetapi dengan sikap hadir.

Dalam hidup sehari-hari, ini bisa berarti:

  • menghargai hal kecil,
  • setia dalam tugas sederhana,
  • melayani tanpa harus terlihat.

Menyembuhkan dan Mewartakan: Iman yang Menyentuh Hidup

Yesus memerintahkan dua hal: menyembuhkan orang sakit dan mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Ini menunjukkan keseimbangan iman: kata dan tindakan.

Wartakan Injil, tetapi juga sentuh luka.

Berbicara tentang Tuhan, tetapi juga peduli pada manusia.

Dalam renungan harian, ini menjadi arah yang indah: iman Katolik tidak berhenti di konten rohani, tetapi mengalir menjadi kepedulian.

Refleksi Pribadi

Luangkan waktu hari ini untuk merenung:

  1. Dalam cara apa Tuhan mengutus aku hari ini?
  2. Apakah aku membawa damai dalam lingkungan terdekatku?
  3. Siapa rekan seperjalanan imanku?
  4. Apakah aku lebih sering berdoa agar Tuhan bekerja, atau agar aku diutus?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau memanggil dan mengutus murid-murid-Mu. Ajari kami menjadi penuai yang setia, pembawa damai, dan saksi kasih-Mu. Bebaskan kami dari rasa takut, dari ego, dan dari kenyamanan yang membuat kami diam. Utuslah kami ke dalam keluarga, sekolah, dunia digital, dan masyarakat sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Amin.

Penutup: Gereja yang Hidup adalah Gereja yang Bergerak

Gereja yang setia pada Injil bukan hanya Gereja yang berdoa, tetapi Gereja yang berjalan. Bukan hanya yang berkumpul, tetapi yang diutus.

Semoga renungan Katolik harian Lukas 10:1–9 ini meneguhkan kita semua—remaja, keluarga, dan komunitas—untuk berani menjadi murid yang membawa damai di tengah dunia.

Demikianlah Renungan Katolik Harian Senin, 26 Januari 2026 Bacaan Injil: Lukas 10:1–9, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url