Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Hari Minggu 27 Maret 2022

Renungan Hari Minggu 27 Maret 2022

Renungan Hari Minggu 27 Maret 2022

Orang yang buta sejak lahir bukan disebabkan oleh dosanya sendiri atau pun dosa orang tuanya, melainkan agar pekerjaan Allah dinyatakan dalam dirinya.

Secara khusus, orang buta yang telah melihat ini berani mempertanggungjawabkan penyembuhan yang diterimanya dari Yesus. Bahkan, dia berani mengritik orang farisi yang tegar hati kepada Yesus.

Orang buta yang telah sembuh ini diminta untuk bersumpah bahwa Yesus adalah orang berdosa. Dia harus menyangkal imannya bahwa Yesus seorang nabi.

Akan tetapi, orang yang telah melihat ini tidak bergeming, ia tetap yakin dan teguh bahwa sebelumnya ia buta, kini ia telah melihat. Yesus lebih memperhatikannya daripada aturan suci hari sabat.

Selama ini, tidak ada orang yang dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir. Sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa Yesus adalah orang berdosa padahal Dia telah memelekkan matanya.

Allah tidak mungkin mendengarkan orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan melaksanakan kehendak-Nya. Mendengar perkataan orang buta yang telah melihat itu meledaklah amarah orang-orang Farisi.

Mereka sangat terhina karena orang yang berdosa itu hendak mengajar mereka. Orang-orang farisi segera mengusir orang itu dari kumpulan jemaat orang Yahudi.

Dia sungguh bersyukur dan berbahagia karena ia tidak hanya menerima penyembuhan secara gratis atau cuma-cuma dari Yesus.

Ia tidak hanya mengakui Yesus datang dari Allah, atau pun seorang nabi. Dia mengaku dalam iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah yang telah menyembuhkannya.

Peristiwa itu menegaskan bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk menghakimi. Dia datang supaya orang yang tidak melihat dapat melihat dan supaya orang yang mengatakan bahwa mereka melihat menjadi buta.

Doa

Allah Bapa sumber pengharapan, Engkau telah mengikat perjanjian dengan semua orang melalui Yesus yang terurapi. Semoga kami selalu berpegang teguh pada Dia dan berkembang menjadi umat yang patuh setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber https://infokatolik.id/

Sumber gambar google.com

Posting Komentar untuk "Renungan Hari Minggu 27 Maret 2022"