Renungan Hari Minggu 15 Mei 2022

Renungan Hari Minggu 15 Mei 2022

 Renungan Hari Minggu 15 Mei 2022

Seorang bapak gemar berkata kasar bahkan main tangan dengan istrinya jika ia merasa kesal. Bapak ini bahkan pernah meninggalkan rumah selama beberapa minggu karena ada masalah rumah tangga.

Setelah menyadari bahwa dirinya yang bersalah, Bapak ini menyesal dan akhirnya kembali ke rumah menjumpai istrinya. Sang istri tetap menerima dan mengampuninya, bahkan melayaninya dengan penuh kasih.

Sang istri mempunyai keyakinan, “Aku diharapkan mencintai pasanganku bukan menurut kesenanganku, tetapi mencintainya seperti Tuhan Yesus telah mencintai aku. Dan itu adalah cinta dengan pengampunan.”

Seorang gadis merasa sedih karena temannya yang sangat ia percayai mengkhianatinya dengan menceritakan hal yang tidak baik kepada orang lain sehingga namanya tercemar.

Hatinya sakit sehingga ia ingin melepaskan persaudaraan yang telah dibangunnya bertahun-tahun. Namun, akhirnya ia mengampuni temannya dan mencoba tidak mengungkit kesalahan itu.

Gadis itu sungguh mencintai temannya seperti Tuhan mencintainya, yaitu cinta yang sungguh mendalam, termasuk menerima dia yang sudah melukainya.

Seorang pria mengalami pergulatan batin untuk menerima dan merawat ayahnya yang sudah tua di rumahnya. Sewaktu kecil, pria itu merasa paling tidak dicintai ayahnya dan dibedakan dari saudara-saudaranya.

Namun, pada saat ayahnya sudah tua dan sakit-sakitan, saudara-saudaranya yang dulu lebih dicintai sang ayah tidak ada yang mau merawatnya.

Pria itu mengalami konflik batin. Kalau mengenang sikap ayahnya dulu, rasanya ia tidak mau menampung dan merawatnya.

Namun, kalau melihat bahwa saudara-saudaranya tidak ada yang mau menampungnya, ia tidak rela. Akhirnya ia menerima ayahnya di rumahnya dan melayani serta mencintai ayahnya sampai ia dipanggil Tuhan. Ia merasa bahagia dapat menerima ayahnya di rumahnya sampai akhir hidup ayahnya.

Ketiga pengalaman di atas adalah contoh pengalaman cinta kasih yang sejati. Cinta kasih sejati adalah cinta seperti Tuhan mencintai kita, yaitu tanpa batas dan penuh pengampunan.

Cinta seperti itulah yang diharapkan kita kembangkan dalam hidup kita, baik dalam keluarga, di tempat kerja, dan di masyarakat.

Sabda Yesus, “Perintah baru kuberikan kepadamu, supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Kamu adalah murid-Ku jika kamu saling mengasihi.” Marilah kita saling mengasihi!

Doa

Allah Bapa sumber pengharapan, Engkau telah mengikat perjanjian dengan semua orang melalui Yesus yang terurapi. Semoga kami selalu berpegang teguh pada Dia dan berkembang menjadi umat yang patuh setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber https://infokatolik.id/

Sumber gambar google.com

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url