Renungan Katolik Rabu, 10 Desember 2025 Bacaan Injil: Matius 11:28-30

Renungan Katolik Rabu, 10 Desember 2025 Bacaan Injil: Matius 11:28-30

✨ Renungan Katolik Rabu, 10 Desember 2025 Bacaan Injil: Matius 11:28-30 

“Datanglah Kepada-Ku dan Aku Akan Memberikan Kelegaan”

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat. 11:28–30)

Di tengah kecepatan dunia digital hari ini—deadline, notifikasi tak berujung, tuntutan sosial, kesibukan pekerjaan atau studi—banyak hati yang terasa lelah, pikiran yang penat, dan jiwa yang kehilangan arah. Kita mungkin tersenyum di luar, namun bergumul di dalam. Kita haus akan kedamaian yang sejati, namun kadang mencoba mencarinya di tempat yang salah: hiburan tanpa henti, scroll media sosial, validasi dari orang lain, atau prestasi duniawi.

Dalam Injil hari ini, Yesus tidak memberikan solusi teknis, strategi coping, atau motivasi positif—Ia memberikan Diri-Nya.

Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku…”

Bukan “kerjakan dulu”, bukan “perbaiki hidupmu dulu”, bukan “buktikan dulu imanmu”.

Ia mengundang kita untuk datang apa adanya: dengan luka, kelemahan, kebingungan, bahkan keraguan.

🌿 Yesus Bukan Beban Tambahan

Sering tanpa sadar kita merasa iman itu “menambah daftar tugas”. Tetapi Yesus menjelaskan bahwa:

  • Kuk-Nya enak
  • Beban-Nya ringan
  • Hati-Nya lembut dan rendah hati

Iman bukan tekanan.

Kristus bukan tugas tambahan.

Iman adalah tempat kita pulang.

Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menawarkan kedamaian dalam masalah itu.

💛 Belajar dari Hati-Nya

Yesus tidak hanya memberi kelegaan—Ia mengajar kita cara memikul hidup dengan cara-Nya:

  • Dengan kelembutan, bukan kekerasan hati
  • Dengan kerendahan hati, bukan ego
  • Dengan mengandalkan Bapa, bukan kekuatan diri sendiri

Di dunia yang menuntut kita menjadi kuat, Yesus mengajar kita bahwa justru dalam kelemahan yang diserahkan kita menemukan kekuatan sejati.

🙏 Refleksi Hari Ini

  • Apa yang membuat hatimu letih akhir-akhir ini?
  • Di mana kamu biasa mencari pelarian?
  • Sudahkah kamu datang kepada Yesus hari ini—bukan hanya pikiranmu, tapi hatimu?

Yesus tidak hanya ingin kita mengenal kata-kata-Nya—Dia ingin kita merasakan damai-Nya.

Datanglah kepada-Nya.

Letakkan bebanmu di kaki-Nya.

Tarik napas.

Diam.

Dan biarkan Dia mengistirahatkan jiwamu.

✨ Doa

Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan seluruh kelelahanku.

Engkau mengenal isi hatiku, pergumulanku, dan ketakutanku.

Ajari aku untuk percaya, untuk bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatanku sendiri.

Berikan damai dan ketenangan bagi jiwaku.

Jadikan aku rendah hati dan lembut hati seperti Engkau.

Amin.

Demikianlah Renungan Katolik Rabu, 10 Desember 2025 Bacaan Injil: Matius 11:28-30, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
{ "@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage", "mainEntity": [ { "@type": "Question", "name": "Apa pesan utama Renungan Katolik Lukas 11:29–32?", "acceptedAnswer": { "@type": "Answer", "text": "Pesan utama renungan ini adalah bahwa Tuhan sudah memberi tanda yang cukup melalui Sabda-Nya. Umat dipanggil untuk bertobat dan peka, bukan terus menuntut tanda spektakuler." } }, { "@type": "Question", "name": "Apa yang dimaksud tanda Yunus dalam renungan Katolik hari ini?", "acceptedAnswer": { "@type": "Answer", "text": "Tanda Yunus menunjuk pada panggilan pertobatan. Seperti Niniwe bertobat karena pewartaan Yunus, demikian juga umat dipanggil berubah melalui Sabda Tuhan." } }, { "@type": "Question", "name": "Bagaimana menerapkan Renungan Injil Harian ini dalam hidup?", "acceptedAnswer": { "@type": "Answer", "text": "Dengan melatih kepekaan rohani, melakukan pertobatan konkret, setia dalam doa harian, dan menanggapi Sabda Tuhan dengan tindakan nyata." } }, { "@type": "Question", "name": "Mengapa Yesus menolak memberi tanda tambahan?", "acceptedAnswer": { "@type": "Answer", "text": "Karena hati yang tidak mau percaya akan selalu meminta bukti baru. Yesus menekankan pertobatan, bukan sensasi mukjizat." } } ] } //