Renungan Katolik Harian Minggu, 11 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 3:13–17
✨ Renungan Katolik Harian Minggu, 11 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 3:13–17
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”
Awal yang Sunyi, Namun Penuh Makna
Hari ini Gereja merayakan Pembaptisan Tuhan Yesus, sebuah peristiwa yang menandai awal pelayanan publik-Nya. Tidak ada mukjizat spektakuler, tidak ada khotbah panjang, tidak ada sorakan massa. Hanya Yesus yang berdiri di Sungai Yordan bersama orang-orang berdosa—mereka yang datang membawa penyesalan, luka, dan harapan baru.
Namun justru dalam kesederhanaan itulah, langit terbuka.
Roh Kudus turun. Dan suara Bapa terdengar:
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Dalam renungan Katolik harian ini, kita diajak merenungkan identitas kita sebagai anak-anak Allah, makna baptisan, dan panggilan untuk hidup seturut kehendak-Nya di tengah dunia yang bising dan menuntut.
1. Yesus Datang kepada Yohanes: Kerendahan Hati Allah
Yesus datang dari Galilea ke Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes. Reaksi Yohanes sangat manusiawi:
“Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Yohanes tahu siapa Yesus. Ia sadar akan ketidaklayakannya.
Namun Yesus menjawab:
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”
Yesus—yang tanpa dosa—memilih masuk ke barisan orang berdosa.
Ia tidak mengambil jarak.
Ia tidak menempatkan diri di atas.
Inilah wajah Allah yang kita imani:
Allah yang merendahkan diri,
Allah yang berjalan bersama manusia,
Allah yang memilih solidaritas, bukan jarak.
Renungan iman Katolik hari ini mengingatkan kita:
jalan keselamatan dimulai dari kerendahan hati dan ketaatan, bukan dari kehebatan.
2. Pembaptisan: Bukan Sekadar Ritual
Pembaptisan Yesus bukan karena Ia perlu disucikan, tetapi karena Ia ingin menguduskan air, menguduskan baptisan, dan membuka jalan bagi kita semua.
Dalam Gereja Katolik, baptisan bukan sekadar tradisi keluarga atau formalitas agama. Baptisan adalah:
- kelahiran baru
- tanda bahwa kita menjadi anak Allah
- awal perjalanan iman
Banyak dari kita dibaptis saat bayi. Kita tidak mengingat momen itu. Tetapi Injil hari ini mengajak kita mengingat maknanya kembali.
Renungan Katolik Minggu ini mengajak kita bertanya:
- Apakah aku hidup sebagai orang yang sadar telah dibaptis?
- Apakah hidupku mencerminkan identitas sebagai anak Allah?
- Ataukah aku lupa siapa aku sebenarnya?
3. Langit Terbuka: Allah yang Mendekat
Setelah Yesus dibaptis, Injil mencatat tiga tanda penting:
- Langit terbuka
- Roh Kudus turun seperti burung merpati
- Suara Bapa terdengar
Langit yang terbuka menandakan bahwa jarak antara Allah dan manusia dipulihkan. Allah tidak lagi jauh. Ia dekat. Ia hadir.
Di dunia yang sering terasa berat, penuh luka, dan ketidakpastian, Injil hari ini membawa pengharapan:
Allah tidak tinggal diam. Ia menyatakan diri.
4. Roh Kudus Turun: Kekuatan untuk Misi
Roh Kudus turun ke atas Yesus sebelum Ia mulai berkarya. Ini menunjukkan bahwa pelayanan bukan dimulai dari kemampuan manusia, tetapi dari daya Roh Allah.
Ini juga berlaku bagi kita. Dalam hidup sehari-hari:
- saat menjadi orang tua
- saat menjadi pelajar
- saat bekerja
- saat melayani
- saat menghadapi keputusan sulit
Kita tidak berjalan sendirian. Roh Kudus yang sama bekerja dalam diri kita sejak baptisan.
Renungan harian Katolik ini mengingatkan:
iman bukan sekadar usaha moral, tetapi hidup dalam penyertaan Roh Kudus.
5. “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”: Identitas yang Menyembuhkan
Sebelum Yesus melakukan satu pun mukjizat, sebelum Ia berkhotbah, sebelum Ia menyembuhkan orang sakit, Bapa terlebih dahulu menyatakan cinta-Nya.
Yesus dicintai bukan karena apa yang Ia lakukan, tetapi karena siapa Dia.
Ini sangat penting bagi kita yang hidup di zaman:
- prestasi
- pencapaian
- validasi sosial
- penilaian terus-menerus
Injil hari ini menyampaikan kabar baik:
nilai dirimu tidak ditentukan oleh keberhasilanmu, tetapi oleh kasih Allah.
Sebagai orang yang telah dibaptis, suara itu juga ditujukan kepada kita:
Engkau adalah anak-Ku yang Kukasihi.
6. Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini
Perayaan Pembaptisan Tuhan menutup masa Natal dan membuka masa biasa. Artinya:
- iman tidak berhenti pada perayaan
- iman masuk ke keseharian
Renungan Katolik hari ini mengajak kita:
- hidup sesuai identitas baptisan
- menjadi terang di tempat kerja, sekolah, keluarga
- berani taat meski jalan tidak selalu mudah
Kita dipanggil bukan untuk hidup luar biasa di mata dunia,
tetapi setia dalam kehendak Allah.
Refleksi Pribadi
Luangkan waktu sejenak dan tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah aku sungguh percaya bahwa aku dikasihi Allah?
- Apakah aku hidup sebagai anak Allah, atau hanya sebagai pengikut tradisi?
- Di bagian hidup mana Tuhan memanggilku untuk taat dan rendah hati?
Doa Penutup
Bapa yang Mahakasih, dalam baptisan Engkau memanggilku sebagai anak-Mu. Ajarlah aku hidup seturut identitas itu. Biarlah Roh Kudus membimbing langkahku, dan hidupku menjadi kesaksian kasih-Mu di mana pun aku berada.
Amin.
Demikianlah Renungan Katolik Harian Minggu, 11 Januari 2026 Bacaan Injil: Matius 3:13–17, semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati. Amin.

